HARDWARE INPUT

      

          Hardware input adalah segala sesuatu perangkat yang digunakan untuk memasukan data ke komputer, untuk selanjutnya diolah ke tahap proses. (Rizky Dhanta, 62:2009). Abdul Kadir (156:2003), mengemukakan hal serupa tentang hardware input sebagai segala peralatan yang dapat digunakan untuk memasukan data ke dalam komputer.

        Hardware input adalah Adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance inpu(Abdul Kadir dan Terra,92:2003). Pada sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program. Berdasarkan berbagai definisi tersebut, maka disimpulkan bahwa hardware input adalah alat yang dapat digunakan untuk memasukan berbagai jenis data dan program ke dalam komputer.

       Data yang dimasukan ke dalam komputer terdiri dari data yang berbentuk huruf, angka dan gambar. Jenis-jenis hardware input adalah sebagai berikut:

a.   Keyboard

       Penciptaan keyboard komputer berasal dari model mesin ketik yang diciptakan dan dipatentkan oleh Christopher Latham pada tahun 1868, dan pada tahun 1887 diproduksi serta dipasarkan oleh perusahan Remington. Keyboard yang digunakanan sekarang ini adalah jenis QWERTY, pada tahun 1973, keyboard ini diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).Jumlah tombol pada keyboard ini adalah 104 tuts. Keyboard yang saat ini banyak digunakan adalah jenis port, yaitu port serial, PS-2, USB dan wireless.

        Keyboard merupakan peranti pemasukan data yang dapat mengubah huruf, angka atau kode lain menjadi isyarat kistrik yang dapat diproses komputer (Abdul Kadir,94:2003). Menurut Rizky Dhanta (62:2009), keyboard merupakan alat inputan pada komputer dengan huruf-huruf alfabet, nomor, simbol serta tombol-tombol fungsi.

      Keyboard merupakan unit input yang paling penting dalam suatu pengolahan data dengan komputer. Keyboard dapat berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file.

Jenis-Jenis Keyboard :

1)  QWERTY. Tuts pada keyboard jenis QWERTY, bentuknya mirip seperti tuts pada mesin tik. Keyboard QWERTY memiliki empat bagian yaitu :

a)  Typewriter key. Tombol ini merupakan tombol utama dalam input. Tombol ini sama dengan tuts pada mesin tik yang terdiri atas alfabet dan tombol lainnya seperti berikut ini :

  • Back Space. Tombol ini berfungsi untuk menghapus 1 character di kiri kursor.
  • Caps Lock. Bila tombol ini ditekan, maka lampu indikator caps lock akan menyala, hal ini menunjukkan bahwa huruf yang diketik akan menjadi huruf besar atau Kapital, bila lampu indikator caps lock mati, maka huruf akan menjadi kecil.
  • Delete. Tombol ini berfungsi untuk menghapus 1 karakter pada posisi kursor.
  • Esc. Tombol ini berfungsi untuk membatalkan suatu perintah dari suatu menu.
  • End. Tombol ini berfungsi untuk memindahkan kursor ke akhir baris, halaman atau lembar kerja.
  • Enter. Tombol ini berfungsi untuk berpindah ke baris baru atau untuk melakukan suatu proses perintah.
  • Home. Untuk menuju ke awal baris atau ke sudut kiri atas layar
  • Insert. Tombol ini berfungsi untuk menyisipkan character.
  • Page Up.Tombol ini berfungsi untuk meggerakan kursor 1 layar ke atas.
  • Page Down. Tombol ini berfungsi untuk Menggerakkan kursor 1 layar ke bawah.
  • Tab. Tombol ini berfungsi untuk memindahkan kursor 1 tabulasi ke kanan.

b)  Numeric key. Numeric key terletak di sebelah kanan keyboard. Tombol ini terdiri atas angka dan arrow key. Ketika lampu indikator num lock menyala maka tombol ini berfungsi sebagai angka. Sebaliknya, ketika lampu indikator num lock mati maka tombol ini berfungsi sebagai arrow key.

c)  Function key. Tombol ini terletak pada baris paling atas, tombol fungsi ini ini terdiri dari F1 sampai dengan F12. Fungsi tombol ini berbeda-beda tergantung dari program komputer yang digunakan.

d)  Special function key. Tombol ini terdiri atas tombol Ctrl, Shift, dan Alt. Tombol akan mempunyai fungsi bila ditekan secara bersamaan dengan tombol lainnya. Misalnya, untuk memblok menekan bersamaan tombol shift dan arrow key, Untuk menggerakan kursor menekan bersamaan ctrl dan arrow key.

Gambar 1

Keyboard QWERTY

2)  DVORAK. Keyboard jenis DVORAK dibuat pada tahun 1936. Keyboard ini diciptakan berdasarkan prinsip kerja biomekanis dan efisiensi.  Susunan letak tombol huruf lain dengan jenis Qwerty yaitu dibuat sedemikian rupa, sehingga 56 % ketukan ada pada tangan kanan dan jari-jari yang bekerja lebih banyak adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Huruf-huruf yang ada pada baris tengah lebih sering diketuk kira-kira sampai 70 % dan perpindahan antar baris hanya sekitar 10 % sehingga kelelahan jari-jari sangat banyak berkurang.

 Gambar 2

Keyboard DVORAK

3)  KLOCKENBERG. Keyboard jenis KLOCKENBERG dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Tombol-tombol keyboard Klockenberg dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman untuk bekerja. Dari ketiga macam keyboard tersebut di atas, keyboard Qwerty yang tetap diusulkan sebagai keyboard resmi. Hal ini diperkuat dengan keputusan Amerika Serikat melalui Standard Institute pada tahun 1968 dan melalui ISO pada tahun 1971 yang menetapkan untuk tetap menggunakan keyboard Qwerty. Keputusan ini lebih banyak berdasarkan pada masalah ekonomi yaitu mengurangi biaya pelatihan baru bila harus memakai keyboard jenis Klockenberg maupun jenis Dvorak.

Gambar 3

Keyboard KLOCKENBERG

 

Abdul Kadir (94:2003), membagi sistem keyboard atas:

  •  Tombol Pengetikan. Keyboard memiliki berbagai macam bentuk, tetapi tata letak huruf atau angka pada tombol-tombol pengetikan menyerupai tata letak pada mesin ketik tradisional atau yang sering disebut dengan sistem QWERTY (istilah yang diambil dari sederetan tombol-tombol kiri teratas pada mesin ketik.Tujuan mengikuti sistem QWERTY adalah untuk memudahkan pengoperasian oleh pemakai yang telah terbiasa dengan mesin ketik.
  • Tombol Angka. Keyboard umumnya juga memiliki tombol-tombol angka khusus yang tata letaknya menyerupai tata letak angka pada kalkulator.Bagian itu disebut numeric keypad, yang umumnya terletak pada sebelah kiri keyboard. Numeric keypad biasanya terdiri atas 17 tombol dengan susunan yang akan memudahan pemakai yang telah terbiasa dengan kalkulator atau mesin hitung lain. Tombol-tombol numeric keypad seringkali memiliki fungsi ganda.Selain sebagai pengetikan angka, saat tombol num lock diaktifkan, juga dapat dipergunakan seperti tombol control untuk memidah kursor pada saat tombol num lock tidak diaktifkan.
  • Tombol Fungsi. Tombol fungsi pada keyboard terdiri atas sederetan tombol F1, F2 sampai F12 yang biasanya terletak di bagian paling atas. Kegunaan tombol fungsi ini tergantung pada aplikasi atau sistem operasi yang sedang dijalankan.
  • Tombol Kontrol. Tombol kontrol berfungsi untuk mengendalikan gerakan kursor atau layar. Metode koneksi pada keyboard terdiri dari dua metode, yaitu menggunakan kabel dan metode nirkabel (wireless).Pada keyboard yang menggunakan kabel, sering digunakan oleh komputer standar. Konektor atau port yang digunakan pada keyboard kabel terdiri atas dua jenis, yaitu: jenis lama yang menggunakan serial port dan jenis kedua menggunakan PS-2. Pada jenis keyboard wireless, cara pemakaiannya sama dengan keyboard kabel, namun dari segi kepraktisan dan fleksibilitas saat memakai menjadi nilai tembahan tersendiri. Untuk dapat menggunakan keyboard wireless, diperlukan perangkat tambahan untuk konektifitasnya, juga memerlukan tenaga tersendiri untuk baterainya.Setting keyboard pada windows dapat dilakukan menggunakan pengaturan keyboard pada kotak dialog keyboard properties.

Cara Kerja Keyboard:

         Pada bagian bawah keyboard terdapat sebuah rangkaian listrik yang disebut key matrix.Rangkaian ini terputus-putus di setiap bawah tombol. Penekanan terhadap suatu tombol keyboard akan mengakibatkan rangkaian tersebut menjadi terhubung dan menimbulkan aliran listrik yang dipantau oleh proses computer. Kemudian prosesor tersebut akan mencocokan lokasi koordinat x,y tombol yang ditekan terhadap peta karakter yang tersimpan di dalam ROM. Ini yang membuat prosesor akan mengetahui setiap karakter yang ditekan oleh pemakai.n lebih dari satu tombol pada waktu yang bersamaan, maka prosesor akan mencarai keberadaan kombinasi tombol tersebut dalam peta karakter (Abdul Kadir dan Tera,99:2003).

b. Mouse

        Mouse merupakan alat bantuinputan dari keyboard yang bekerja pada tampilan yang bersifat GUI (Graphical User Interfaces). Artinya, mouse hanya bisa digunakan bila tampilan bersifat grafis atau visual seperti penggunaan mouse pada windows.Disebut mouse karena bentuknya mirip seperti tikus (mouse) yang mempunyai ekor dan diilustrasikan sebagai kabelnya (http://fafatkj.blogspot.com/2009/04/mouse.html).

          Jenis-jenis mouse secara umum ada dua, yaitu mouse ball dan mouse optical. Mouse ball merupakan mouse bentuk lama yang menggunakan bola sebagai penggerak atau sesonsornya.Sementara mouse optical merupakan mouse yang mempunyai sensor optik berupa cahaya merah. Sensor mouse optical bekerja dengan pantulan cahaya yang ditimbulkan alas mouse. Apabila alas berwarna rata, maka kursor mouse akan bergerak normal. Sebaliknya, jika alas kursor berwarna tidak rata, maka kursor mouse akan bergerak loncat-loncat.

       Pada umumnya, penggunaan mouse dilakukan dengan tiga cara, yaitu klik, shortcut dan scroll. Klik digunakan untuk memilih sesuatu tool, menu atau icon.Shortcut digunakan untuk mengambil jalan pintas memilih menu yang bisa digunakan. Scroll atau alat pemutar, digunakan untuk memosisikan scrollbar atau halaman yang bisa naik turun.

     Setting mouse pada windows dapat dilakukan dengan mengaturnya di jendela mouse properties. Untuk mengatur klik kanan dan klik kiri yang berfungsi untuk memilih buttons. Untuk mengatur gambar pointers dan untuk mengatur kecepatan atau pengaturan lain pointer, maka yang harus diklik adalah pointers option. Pada bagian wheel digunakan untuk mengatur kecepatan putar scroll pada mouse.

Cara Kerja Mouse Optomekanik (Abdul Kadir dan Terra,104:2003) adalah sebagai berikut:

  • Bola yang terletak di dasar mouse akan bergerak ketika mouse digeser.
  • Dua buah roller akan berputar ketika bola mouse bergerak. Roller pertama akan mengukur arah gerakan ke sumbu X, dan roller kedua akan mendeteksi arah gerakan sumbu Y.
  • Roller terhubung ke sebuah piringan yang berlubang-lubang. Piringan akan berputar pada saat roller berputar. Ada sepasang piringan untuk masing-masing roller, sehingga gerakan melingkar juga dapat dideteksi oleh mouse.
  • Piringan menangkap cahaya LED secara terputus-putus oleh sensor infra merah yang ada di dalam mouse. Pulsa nyala-putus LED yang dipantau menandakan kecepatan geser mouse serta jarak penggeseran mouse.
  •  Kepingan chip prosesor mengubah pulsa LED menjadi data biner yang dikenali oleh komputer.

Gambar 4

Mouse Optomekanik

        Cara kerja mouse optik (Abdul Kadir dan Terra,105:2003) adalah: Mouse optik menggunakan LED merah sebagai pengganti mouse. Cahaya LED akan dipantulkan oleh permukaan meja atau alas ke sensor CMOS (Complimentary Metal-oxide Semiconductor). Sensor ini kemudian mengirimkan gambaran permukaan ke Digital Signal Processor (DSP). DSP akan menganalisis gambaran tadi dan menentukan jarak penggeseran mouse, yang kemudian dikirimkan ke komputer. Berdasarkan data tersebut, komputer akan menggeser posisi kursor mouse pada layar.

Gambar 5

Mouse Optik

c. Touch Screen

       Touch screen atau layar sentuh adalah jenis layar yang secara khusus dirancang agar pemakai dapat memilih tindakan tertentu pada aplikasi dengan cara menyentuh layar menggunakan ujung jari. Touchscreen merupakan suatu piranti elektronika yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai output (penampil UI) dan sebagai input perintah. Saat ini layar bertipe touchscreen banyak digunakan pada laptop, PDA, Handphone, kamera digital, Mp3 player dan mesin foto copy.

Cara Kerja Touchscreen

       Secara sederhana, cara kerja sebuah layar sentuh adalah menerjemahkan sentuhan yang diterima menjadi posisi koordinat pada layar, kemudian mengeksekusi perintah tertentu yang sesuai dengan gambar yang disentuh pada layar. Bukan gambar tersebut yang memicu eksekusi perintah, tetapi koordinat dari sentuhan yang memicu eksekusi perintah. Jadi kira-kira logikanya seperti ini : “Jika koordinat = (x,y) maka kerjakan perintah X”.

Jenis-jenis Touchscreen

      Walaupun secara sekilas semua layar sentuh terlihat sama, tetapi teknologi yang digunakan berbeda-beda. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :

  • Resistive Touch Screen. Sesuai namanya, layar sentuh ini memanfaatkan perbedaan nilai tahanan (resistansi) untuk menentukan posisi koordinat sentuhan.Sistem resistive terdiri dari kaca yang dilapisi oleh dua lapisan bahan metal. Lapisan bahan metal yang pertama mampu mengantarkan listrik, satunya tidak bisa. Pada bagian atas kedua lapisan terdapat sebuah lapisan anti gores.Bagian tersebut merupakan tempat pengguna layar sentuh melakukan aksinya. Saat monitor menyala, arus listrik dialirkan di antara kedua lapisan metal. Ketika disentuh, kedua lapisan metal itu saling bersentuhan mengakibatkan perubahan resistansi pada daerah yang disentuh. Perubahan itu kemudian dicatat dan koordinat sentuhan pun ditentukan.

Gambar 5

Komponen Penyusun Resistive Touch Screen

  • Capasitive Touch Screen. Layar sentuh ini memanfaatkan perbedaan nilai kapasitansi untuk menentukan posisi koordinat sentuhan.Berbeda dengan resistive, sistem capacitive hanya memilikisebuah lapisan yang diletakkan di bagian kaca monitor. Pada saat lapisan yang menyimpan muatan listrik itu disentuh, sedikit muatan listrik akan ditransfer ke jari penyentuh. Akibatnya muatan listrik di lapisan itu berkurang. Pengurangan itu kemudian diukur oleh sirkuit-sirkuit yang terletak di setiap sudut monitor. Setiap sirkuit memberikan nilai yang berbeda, tergantung posisi sentuhan.Setelah pengukuran selesai, komputer menentukan posisi sentuhan berdasarkan perbedaan nilai yang diberikan oleh sirkuit.

Gambar 6

Komponen Penyusun Capasitive Touch Screen

  • Surface Accoustic Wave Touch Screen. Surface acoustic wave touchscreen menggunakan transducer untuk menerima dan mengirimkan sinyal listrik.Selain transducer, sistem ini juga memiliki reflector yang digunakan untuk membelokkan gelombang yang dikirimkan oleh sebuah transducer ke transducer lainnya.Transducer yang menerima sinyal bisa memberikan informasi pada saat gelombang yang diterimanya terganggu oleh sentuhan.Ia juga akan memberikan posisi sentuhan secara tepat.

Gambar 7

Komponen Penyusun Surface Accoustic Wave Touch Screen

         Layar sentuh biasanya terbungkus oleh plastik dan di belakangnya terdapat sinar infra merah yang tidak terlihat.Lokasi sinar infra merah yang terputus oleh tekanan jari yang kemudian memberitahu kepada komputer tentang lokasi perintah yang dikehendaki pemakai. Hasil keluaran dari pilihan yang dilakukan akan dimunculkan kembali pada touch screen. Contoh penerapan touch screen adalah pada peta di bandara-bandara atau layanan informasi di kota-kota besar.

d.Ligth Pen

          Light pen atau pena bercahaya adalah perangkat berbentuk pena yang dapat digunakan untuk mengendalikan aplikasi dalam komputer dengan cara menempelkan ujung pena ke layar. Light pen memiliki sensor yang dapat mengirimkan sinyal cahaya ke komputer yang kemudian direkam, dimana layar monitor bekerja dengan merekam enam sinyal elektronik setiap baris per detik.

     Kelebihan perangkat ini dibandingkan dengan touch screen adalah memberikan kemudahan kepada pemakai untuk melakukan tindakan yang lebih akurat disbanding dengan menggunakan ujung jari.

     Penggunaan light pen umumnya dilengkapi dengan papan gambar, yang permukaannya terbagi menjadi ratusan area kecil, dan area ini yang kemudian dihubungkan dengan komputer. Setiap sentuhan pena pada area yang bersangkutan, akan menimbulkan denyutan pulsa elektonik.

       Cara kerja alat ini adalah sebagai berikut: ketika ujung light pen dibawa ke layar monitor, sampai dengan jarak yang cukup dekat, maka apabila light pen digerakan pada layar,akan terdapat gambar ataupun tulisan hasil goresan yang dibuat.

       Contoh penggunaan light pen yaitu pada alat pengendali lalu lintas udara pada bandara.Light pen biasa digunakan untuk menampilkan informasi lebih rinci mengenai suatu pesawat.Caranya yaitu dengan menunjukkan piranti masukan ini pada obyek tertentu.Light pen ada juga yang digunakan untuk membaca bar-code. Sinar yang dipancarkan akan membaca bar-code, dan kemudian mengubahnya kedalam pulsa elektronik serta mengirimnya ke-CPU.

Gambar 8

Light Pen

 e.  Ponting Stick

     Pointing stick adalah joystick mini isometrik dari bahan karet yang diletakkan di antara tombol-tombol keyboard dan digerakkan jari tangan.Untuk menggerakan petunjuk pada layar dilakukan dengan menekan peranti ini ke arah yang dikehendaki.Umumnya, pointing stick dirancang untuk peka terhadap tekanan, sehingga jika ditekan dengan lebih keras, maka kursor bergerak lebih cepat.

Gambar 9

Pointing Stick

f. Joystick

         Joystick biasa digunakan pada permainan (games) komputer. Joy Stick biasanya berbentuk tongkat dengan cara kerja mirip mouse. Joystick ini fungsinya untuk menggerakkan kursor di komputer seperti halnya mouse tetapi joystick digunakan sebagai controler game.Pada joystick terdapat sekumpulan touch switch yang di tempatkan di sekeliling dan dasar sticknya(di 4 arah atas bawah depan belakang). Ketika joystick ini digerakkan maka akan menyentuh touch switch dan setalah saklar switch tersambung dan menghantarkan sinyal ke perangkat komputer.

Gambar 10

Joystick

g. Touch Tone

     Touchtone atau biasa disebut DTMF (Dual Tone Multi Frequency) adalah piranti yang dapat menerima masukan yang berasal dari telepon untuk masukan informasi atau perintah touch tone merupakan peralatan yang dapat menangkap informasi dan perintah dalam bentuk audio yang berasal dari tombol-tombol telepon. Pada prakteknya, touchtone tidak bekerja sendirian, tetapi dirangkai dengan piranti-piranti lain guna mengendalikan atau menjalankan suatu makro komputer secara otomatis atau dari jarak jauh.

   Contoh pemanfaatan touchtone yaitu untuk membentuk fasilitas layanan informasi saldo rekening bank, yang memungkinkan nasabah menekan tombol tertentu, memasukkan nomor rekening, dan kemudian akan mendapatkan informasi suara yang memberitahukan jumlah saldo rekening. Contoh lain ada poses pengisian pulsa telepon selular prabayar dimana pemakai telepon selular dapat memasukkan nomor vouchar lewat handset hingga pulsa telepon selular akan bertambah.

Gambar 11

Touch Tone

h. Bar Code Scanner

          Barcode scanner atau pembaca bar code adalah piranti yang berfungsi untuk membaca data dalam bentuk bar code.Bar code adalah deretan garis tegak lurus dengan ketebalan bermacam-macam dan biasa melekat pada produk-produk di pasar swalayan atau pada buku-buku cetakan.Penggunaan bar code dapat memudahkan data yang terdapat pada suatu benda untuk dimasukan ke dalan komputer.Cara ini dapat memepercepat pemasukan data terutama transaksi dengan volume besar.

Barcode scanner adalah alat yang digunakan untuk membaca kode-kode berbentuk garis-garis vertikal (disebut dengan barcode) yang terdapat pada kebanyakan produk-produk consumer good.Penggunaan barcode scanner ini mempunyai dua keuntungan tambahan.Pertama akan memperkecil kesalahan input yang disebabkan kesalahan operator komputer atau kasir. Kedua, penggunaan barcode scanner mempercepat proses entry data, sehingga mengurangi jumlah antrian yang panjang

Tanpa barcode, dahulu kasir memasukkan penjualan di komputer dengan bantuan nama barang atau kode barang. Nama barang memang dirasa lebih memperkecil kemungkinan kesalahan.Kerugiannya adalah waktu entry akan sangat lama karena kasir akan menngetikkan lebih banyak karakter.Kemudian diperbaiki dengan sistem pengkodean yang setiap barang dikodekan dalam sejumlah digit angka. Misalnya produk A mempunyai kode 00001, produk B mempunyai kode 00002, dan seterusnya. Hal ini mempercepat waktu pelayanan dibandingkan menggunakan nama barang. Kerugiannya adalah kesalahan 1 digit saja, akan menyebabkan kesalahan data. Sebagai contoh, kasir melakukan penjualan barang A. Saat memasukkan di komputer, seharusnya kasir memasukkan kode 00001, namun karena suatu kelalaian kasir memasukan kode 00002.Akibatnya terjadi kesalahan sebagai berikut:

  • Pembeli dirugikan jika ternyata harga produk A sebenarnya lebih murah daripada produk B. Atau bisa-bisa perusahaan yang dirugikan jika terjadi sebaliknya.
  •  Stok menjadi salah. Secara komputer, baik produk A maupun produk B akan mengalami selisih antara stok di komputer dan stok fisik

Akhirnya ditemukan barcode.Barcode lebih efektif digunakan, karena kebanyakan produsen telah meletakkan kode barcode dalam produk yang diproduksi.Kode barcode adalah sederetan angka, namun direpresentasikan dalam bentuk garis-garis melintang.Kode angka barcode telah direpresentasikan dalam bentuk garis-garis hitam, sehingga mampu menerjemahkan kode-kode berbentuk garis tersebut menjadi kode berbentuk angka.

Secara teori barcode tidak mungkin kembar.Hal ini karena sebelum produsen dapat meletakkan sebuah barcode pada produknya, maka produsen harus mendaftarkan kode angka dan barcode ke sebuah lembaga internasional.di Indonesia untuk mendaftarkan barcode wajib melalui Kementrian Peridustrian dan Perdagangan, kemudian kementrian ini mendaftarkannya kepada lembaga internasional. Kode ini bersifat unik di seluruh dunia, karena juga mengandung kode negara.Misalnya untuk jenis barcode EAN, Indonesia mempunyai kode awalan 888 dan 899.Jadi dapat dipastikan jika anda melihat barang dengan kode barcode awal adalah 899, maka produk tersebut diproduksi di Indonesia.

Gambar 12

Bar Code Scanner

i. Optical Character Reader

      OCR adalah sebuah sistem komputer yang dapat membaca huruf, baik yang berasal dari sebuah pencetak (printer atau mesin ketik) maupun yang berasal dari tulisan tangan.Adanya sistem pengenal huruf ini telah meningkatkan fleksibilitas ataupun kemampuan dan kecerdasan sistem komputer. Sistem OCR telah membantu user untuk dapat lebih leluasa memasukkan data karena user tidak harus memakai papan ketik tetapi bisa menggunakan pena elektronik untuk menulis sebagaimana user menulis di kertas. Adanya OCR juga akan memudahkan penanganan pekerjaan yang memakai input tulisan seperti penyortiran surat di kantor pos, dan memasukan data buku di perpustakaan. Adanya sistem pengenal huruf yang cerdas akan sangat membantu usaha besar-besaran yang saat ini dilakukan banyak pihak yakni usaha digitalisasi informasi dan pengetahuan, misalnya dalam pembuatan koleksi pustaka digital serta koleksi sastra kuno digital. OCR dapat dipandang sebagai bagian dari pengenal otomatis yang lebih luas yakni pengenal pola otomatis.

            Optical Character Reader (OCR) berupa suatu scanner yang dapat mengenali teks yang terdapat pada dokumen-dokumen dan mengonversikannya menjadi bentuk teks yang dikenali oleh computer tanpa mengetik ulang.Sementara optical scanner atau biasa disebut optical mark recognition (OMR) adalah peralatan yang dapat menerjemahkan data dalam bentuk bulatan-bulatan yang diarsir dengan pinsil 2B dalam suatu kertas khusus sehingga dikenali oleh komputer.

        OCR merupakan piranti yang dapat membaca teks dan mengkonversikannya ke dalam bentuk kode digital yang nantinya diproses oleh komputer.Sistem OCR terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak pemanipulasi data. Pengembangan lebih lanjut dari OCR ini memungkinkan adanya piranti yang dapat membantu menerjemahkan teks, membantu orang yang tak dapat membaca dengan mengubah teks menjadi suara, membacakan cerita untuk anak-anak, memasukkan data dari teks di majalah ke memori atau ke tempat kursor pada aplikasi pengolah kata, merekam alamat, mencatat secara langsung hal-hal penting, dan merekam naskah untuk keperluan perpustakaan.

       Cara kerja OCR adalah teknik yang disebut matrix atau pencocokan pola. OCR akan menyimpan data tentang bentuk tiap karakter pada programnya. Ketika sebuah text di-scan, OCR akan mencocokkan tiap karakter yang di-scan dengan bentuk karakter pada database OCR. Kini ditemukan sistem yang mampu mengenali tidak hanya tiap karakter tetapi akan mengenali tiap kata yang di-scan. Program ini disebut (POWR atau Predictive Optical Word Recognition). POWR menggunakan algoritma matematika yang canggih yang membuat komputer mampu memprediksikan kata yang di-scan. OCR memakai pendekatan teori bahasa formal dan automata.Secara umum blok diagram kerja OCR adalah sebagai berikut:

Gambar 13

Diagram Kerja OCR

Keterangan:

  • Data Capture. Data capture merupakan proses konversi suatu dokumen (hardcopy) menjadi suatu file gambar (BMP).
  • Preprocessing. Preprocessing merupakan suatu proses untuk menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan pada gambar input untuk proses selanjutnya.
  • Segmentation Segmentasi adalah proses memisahkan area pengamatan (region) pada tiap karakter yang akan dideteksi.
  • Normalization. Normalization adalah proses merubah dimensi region • tiap karakter dan ketebalan karakter. Dalam OCR algoritma yang digunakan pada proses ini adalah algoritma scaling dan thinning.
  • Feature Extraction. Feature Extraction adalah proses untuk mengambil  ciri-ciri tertentu dari karakter yang diamati.
  • Recognition. Recognition merupakan proses untuk mengenali karakter yang diamati dengan cara membandingkan ciri-ciri karakter yang diperoleh dengan ciri-ciri karakter yang ada pada database.
  • Postprocessing. Postprocessing Pada umumnya proses yang dilakukan pada tahap ini adalah proses koreksi ejaan sesuai dengan bahasa yang digunakan

Gambar 14

Optical Character Reader

 j. Pengenal Tulisan Tangan

     Pengenal tulisan tangan (handwariting recognizer) merupakan piranti yang berguna untuk mengenali tanda tangan seseorang.Handwariting recognizer seringkali digunakan untuk menggambarkan kemampuan komputer untuk menerjemahkan tulisan tangan manusia ke dalam bentuk teks. Handwriting recognition dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui scanning dari teks yang telah ditulis atau dengan menuliskannya secara langsung pada sebuah perangkat input tertentu.

        Teknik handwriting recognition yang pertama dikenal dengan namaOCR (Optical Character Recognition). Mayoritas aplikasi scanning menawarkan bentuk fitur OCR, memungkinkan pengguna untuk memindai (scan) dokumen tulisan tangan dan membuat dokumen tersebut diterjemahkan pada dokumen teks biasa.OCR juga banyak digunakan oleh seseorang yang gemar mengarsipkan dokumen penting atau dokumen bersejarah tertentu agar dapat dengan mudah dicari dan juga dapat dengan mudah diakses dalam format digital.

  Teknik handwriting recognition yang kedua banyak digunakan pada berbagai macam gadget yang beredar saat ini, seperti handphone, smartphone atau tablet PC. Sebagai contoh adalah Microsoft yang membuat sebuah tablet PC menggunakan handwriting recognition system.Untuk membuat sebuah teks, pengguna dapat membentuk huruf-huruf tertentu pada layar sentuh (touch screen) dengan menggunakan media tertentu (seperti stylus) atau dengan menggunakan jari secara langsung.

Gambar 15

Handwariting Recognizer

k. Penangkap Suara dan Pengenal Suara

          Istilah mikrofon berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata‘mikros’ yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi. Istilah ini awalnya mengacu kepada alat bantu dengar untuk suara berintensitas rendah. Penemuan mikrofon sangat penting pada masa awal perkembangan telepon. Pada awal penemuannya, mikrofon digunakan pada telepon, kemudian seiring berkembangnya waktu, mikrofon digunakan dalam pemancar radio hingga ke berbagai penggunaan lainnya.Penemuan mikrofon praktis sangat penting pada masa awal perkembangan telepon.

        Mikrofon diperlukan untuk menangkap suara dan kemudian memanipulasinya. Suara orang, gemercik angin, atau dering bel dapat direkam dengan mikrofon.Mikrofon adalah pesawat pengirim getaran gelombang bunyi.Mikrofon terdiri atas serbuk karbon (arang) dan diafragma yang berupa membrane (selaput tipis).Alat ini berfungsi mengubah energy suara menjadi energy listrik.Mikrofon pertama kali ditemukan oleh David Edward Hughes pada tahun 1878.

      Mikrofon adalah suatu jenis tranduser yang mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik.Mikrofon merupakan salah satu alat untuk membantu komunikasi manusia. Mikrofon dipakai pada banyak alat seperti telepon, alat perekam, alat bantu dengar, dan pengudaraan radio serta televisi.

Mikrofon merupakan pengubah variasi tekanan udara karena adanya suara, menjadi variasi isyarat listrik. Ada beberapa jenis teknologi yang digunakan, yaitu:

  • Mikrofon karbon– merupakan teknologi yang digunakan pada pesawat telepon pertama kali, sampai saat ini. Bubuk karbon yang diletekkan pada diafragma plastik atau metal yang tipis akan bergetar pada saat suara yang mengenai diafragma tersebut. Getaran pada karbon tersebut akan mengubah resistansi karbon yang kemudian akan mengubah-ubah kekuatan arus yang melaluinya.
  • Mikrofon dinamis–mikrofon jenis ini memanfaatkan efek elektromagnetik. Getaran pada diafragma akan menggetarkan magnet atau kumpulan sehingga menimbulkan arus listrik lemah.
  • Mikrofon pita – pada mikrofon ini sebuah pita tipis diletakkan pada suatu medan magnet. Suara yang menggertarkan pita akan dapat mengubah-ubah arus yang melaluinya.
  • Mikrofon kondensor– merupakan mikropon yang memiliki sebuah kapasitor di dalamnya. Getaran suara akan dapat mempengaruhi lempeng kapasitor, sehingga dapat mengubah kapasitansi kapasitor tersebut. Perubahan ini diperkuat sehingga dapat menciptakan isyarat yang dapat terukur. Mikrofon jenis ini biasnaya memerlukan sebuah baterai kecil untuk menimbulkan tegangan pada kapasitornya.
  •  Mikrofon kristal– mikropon jenis ini memanfaatkan suatu jenis kristal yang kandungan listriknya dapat berubah-ubah. Dengan menempelkan sebuah diafragma pada kristal tersebut akan membuat kristal menghasilkan isyarat listrik pada saat ada suara mengenai diafragma.

Untuk mendapatkan suara yang bersih, atau untuk keperluan-keperluan khusus, mikropon dapat dikelompokkan ke dalam jenis: onmidirectional, unidirectional, noice canceling, dan echo canceling.

  • Onmidirectional–merupakan jenis mikropon yang dapat merekam suara dari semua arah.
  • Unidirectional– mikropon jenis ini hanya menyerap suara dari satu arah dan tidak sensitif terhadap suara-suara yang ada di sekeliling lainnya.
  • Noise canceling– merupakan mikropon yang dapat menghilangkan gangguan suara pada latar belakang.
  •  Echo canceling– merupakan mikropon yang dapat menghilangkan gema atau umpan balik yang muncul antara mikropon dengan pembicara.

Dasar kerja mikrofon sebagai berikut:

Gelombang bunyi yang jatuh pada membrane, akan mengakibatkan serbuk karbon bergetar. Getaran serbuk karbon ini menyebabkan hambatan (R) berubah-ubah sehingga arus (I) juga berubah-ubah.Pada saat serbuk karbon menekan, maka hambatannya kecil, akibatnya kuat arus menjadi besar.Namun, pada saat serbuk karbon tidak menekan, hambatannya besar sehingga kuat arus listrik menjadi kecil.Dari perubahan kuat arus ini, diteruskan ke pesawat penerima (telepon) kemudian diubah lagi menjadi suara.

Gambar 16

Mikrofon

           Suara seseorang juga dapat dikenali melalui peralatan yang disebut pengenal suara (voice recognizer).Melalui peralatan ini, suara dapat diubah ke dalam teks atau dikenali sebagai suatu perintah untuk melakukan tindakan tertentu.Peralatan ini juga membantu membuat dokumen tanpa melalui pengetikan, melainkan melalui suara.Pemakai cukup berbicara dan peralatan ini mengubahnya ke dalam bentuk tulisan.

     Voice recognizer dipakai untuk memasukkan suara manusia ke dalam signal interpreter. Kebanyakan voice systems yang digunakan sekarang mempunyai vocabulary yang kecil dan harus dilatih untuk mengenal kata-kata tertentu. Caranya, seseorang membacakan sebuah daftar kata-kata yang biasa digunakan sehingga signal interpreter dapat menetapkan polanya.Misalnya pekerja menyebut box yang dibawa. Voice input diperlukan karena tangan pekerja sibuk dan tidak dapat mengetik atau memanipulasi peralatan ketik input device lainnya.

      Voice recognizer umumnya ditangani dengan memakai perangkat lunak.Misalnya pada program untuk belajar bahasa asing. Melalui voice recognizer, pemakai dapat mengucapkan sesuatu kata dan program akan mengevaluasi ucapan pemakai tersebut menyerupai penutur asli atau tidak.

Gambar 17

Voice Recognizer

l. Magnetick Ink Character Reader (MICR)

         Magnetic ink character reader (MICR) adalah piranti yang berfungsi untuk membaca informasi yang dicetak pada cek yang dibuat dengan tinta magnetik. Informasi ini berupa identitas bank dan nomor rekening, nomor cek dan jumlah uang. Piranti ini digunakan pada bank-bank di Amerika Serikat.

       MICR digunakan untuk membaca karakter-karakter khusus MICR yang dicetak dengan tinta khusus pula. Tinta ini nantinya akan dimagnetisasi (diberi unsur magnet) oleh piranti MICR, sehingga informasi magnetisnya dapat dibaca dan diterjemahkan menjadi sinyal digital. Tinta magnetis ini hanya dapat dicetak dengan menggunakan printer laser yang dapat menerima tintan tersebut.MICR merupakan metode yang dapat menyediakan pemrosesan informasi secara umum dan berkecepatan tinggi.Penggunaannya biasa pada cek bank, dengan bagian bawah seringkali terdiri atas karakter dengan bentuk khusus yang berupa nomor cek, nomor pengurutan, dan nomor account pemiliknya.

Gambar 18

Magnetick Ink Character Reader

 m. Pembaca Kartu Magnetik

       Kartu magnetik berbentuk seperti kartu kredit yang dilengkapi dengan pita magnetik.Pada pita magnetik data tertentu dapat diletakan.Data yang ditempatkan pada pita ini dapat berupa nomor pegawai, identitas bank dan nomor rekening nasabah.Melalui pembaca kartu magnetik, data pada pita tersebut dapat dibaca dan dimengerti oleh komputer.Contoh penggunaan kartu megnetik adalah pada kartu ATM. Pada mesin ATM terdapat pembaca kartu magnetik.

Gambar 19

Pembaca Kartu Magnetik

 

 

n. Pembaca Kartu Cerdas

       Pembaca kartu cerdas (smart card) adalah kompponen computer berukuran kecil yang dilengkapi chip dan mengandung prosesor, RAM, ROM serta sistem operasi dengan keamanan yang tinggi.Kartu ini bisa digunakan untuk menyimpan data pasien dan riwayat kesehatannya, data nasabah dan transaksi yang pernah dilakukan.Untuk Indonesia, kartu cerdas dipakai pada telepon prabayar dan kartu tabungan.

Gambar 20

Pembaca Kartu Cerdas

o. Pembaca Sidik Jari

       Pembaca sidik jari (finger print reader) adalah piranti yang digunakan untuk membaca sidik jari seseorang.Hasil pembacaan berupa data atau gambar yang menyatakan bentuk sidik jari seseorang.

           Perangkat ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menangani kehadiran pegawai atau untuk memasuki tempat-tempat yang bersifat rahasia dan diakses secara otomatis.Teknologi yang lebih canggih memungkinkan hasil pembacaan peralatan ini berupa sidik jari seperti yang lazim digunakan di kepolisian.

Gambar 21

Pembaca Sidik Jari

p. Pembaca Retina Mata

       Teknologi yang lebih canggih dari pembaca sidik jari adalah pembaca retina mata.Alat ini membaca retina mata seseorang dan menghasilkan suatu identitas retina mata.Identitas ini yang kemudian diproses oleh komputer untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu, misalnya memperkenalkan pemakai untuk memasuki ruang rahasia.

Gambar 22

Pembaca Retina Mata

 q.  Digitizer

         Digitizer biasa disebut graphics tablet adalah perangkat yang mengonversi gambar yang dibuat dengan tombol khusus atau pena pada suatu permukaan yang sensitif. Perangkat ini berbentuk seperti papan plastik elektronis yang dilengkapi dengan mouse atau pena elektronis. Tablet akan dapat mengkonversi gerakan tangan pemakai menjadi sebuah sinyal digital input bagi komputer.Peralatan ini banyak digunakan untuk pembuatan peta.

Gambar 23

Digitizer Graphich Tablet

r. Kamera

     Sebuah kamera dapat dianggap sebagai sebuah piranti yang dapat mengubah sebuah citra optis ke isyarat elektonis.Penemuaan Charged Coupled Device (CDD) oleh Boyle dan Smith tahun 1970 telah memicu revolusi dalam dunia pencitraan.Kamera untuk siaran TV yang berbasis tabung citra vidicon diganti dengan kamera CDD elektronis yang kompak.Pemanfaatn camcorder sebagai kamera perekam gerak meningkat tajam dan kamera kantong maupun kamera berbasis Single Lens Reflex (SLR) digantikan dengan kamera digital.

       Sebuah kamera dapat dianggap sebagai piranti yang dapat mengubah sebuah citra optis ke sebuah replika film atau elektronis.Sebuah kamera biasanya menggunkan lensa untuk membuat citra dari sebuah obyek. Ketika citra optis diletakan di tempat citra optis terbentuk, maka akan tertangkap citra yang mirip dengan obyek yang bersangkutan.

          Kamera memiliki resolusi yang beragam.Resolusi sebuah kamera ditentukan oleh jumlah piksel yang terdapat dalam larik CDD dan kualitas optik pencitrannya. Monitor computer umumnya tediri atas 768 atau 1024 baris piksel. Semakin tinggi resolusinya, semakin tinggi pula kualitas citra yang dihasilkannya.Hal ini juga berlaku bagi kamera digital.

        Kamera digital adalah alat untuk membuat gambar dari obyek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada sensor CCD  yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital.Hasil dari kamera digital disimpan secara digital, maka hasil rekam gambar ini harus diolah menggunakan pengolah digitalpula semacam komputer atau mesin cetak yang daat membaca media simpan digital tersebut.Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat diketahui hasilnya secara instan, kemudahan memindahkan hasil (transfer), dan penyuntingan warna, ketajaman, kecerahan dan ukuran yang dapat dilakukan dengan relatif lebih mudah daripada kamera manual.

Gambar 24

Kamera

s. Sensor

           Sensor adalah piranti yang dapat menghimpun data dari lingkungan dan mengirimkannya ke sistem komputer (Abdul Kadir, 171:2003).Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan.

Gambar 25

Sensor

 t.  Glove, Headset dan Walker

        Piranti glove biasa digunakan pada aplikasi “virtual reality”.Misalnya untuk melakukan simulasi penerbangan.Piranti ini dapat menangkap gerakan-gerakan tangan dan jari termasuk kecepatan dan kekuatan gerakan. Pemakaian alat ini biasanya disertai dengan headset dan walker. Headset adalah peralatan yang dipasang pada kepala untuk memantau gerakan kepala, sedangkan walker dipasang pada kaki dan berfungsi untuk memonitor gerakan kaki.

Gambar 26

Glove

Gambar 27

Headset

Gambar 28

Walker

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s